You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemkot Jakbar Periksa Produk Peternakan di 19 Swalayan
photo Doc - Beritajakarta.id

Pemkot Jakbar Periksa Produk Peternakan di 19 Swalayan

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat, memeriksa produk peternakan yang dijual pada 19  pasar pasar swalayan di delapan kecamatan, Rabu (6/6). 

Kami melakukan pemeriksaan terhadap kandungan formalin, kesegaran ayam, kandungan babi, residu antibiotik pada telur dan daging sapi 

Kasudin KPKP Jakarta Barat, Marsawitri Gumay mengatakan, produk peternakan yang diperiksa petugas di antaranya daging sapi, ayam, telur dan sosis. 

Keamanan Pangan Lima Pasar di Jaksel Diperiksa

"Dari empat sampel produk peternakan yang dijual di pasar swalayan, kami melakukan pemeriksaan terhadap kandungan formalin, kesegaran ayam, kandungan babi, residu antibiotik pada telur dan daging sapi," ujarnya. 

Ia menjelaskan, dari 19 swalayan yang telah dilakukan pengawasan ternyata delapan di antaranya nihil atau negatif. Sedangkan sisanya masih dalam proses pemeriksaan tim di laboratorium.

Ia menambahkan, pengawasan akan terus dilakukan untuk memberikan jaminan bahwa produk peternakan yang dijual di pasar swalayan aman dikonsumsi oleh warga.

"Bila dari hasil pemeriksaan, ditemukan produk peternakan yang dijual kepada masyarakat ternyata tidak segar dan mengandung formalin dan sebagainya, kita akan musnahkan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Lurah Kalisari Minta Maaf Terkait Unggahan Foto AI, Petugas Disanksi

    access_time06-04-2026 remove_red_eye24248 personNurito
  2. PPSU Jelambar Himpun 144 Liter Minyak Jelantah

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1840 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. DPP APWI Gelar Halal Bihalal Bersama Widyaiswara

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1181 personFolmer
  4. Pemprov DKI Pastikan Gelar Lebaran Betawi 2026 Pekan Depan

    access_time03-04-2026 remove_red_eye1124 personFakhrizal Fakhri
  5. Legislator Dukung Penertiban Billboard Bermuatan Sensitif

    access_time06-04-2026 remove_red_eye914 personFakhrizal Fakhri